![]() |
| Parade pemindahan mumi Firaun di Kairo, Mesir (BBC) |
Mesir - Disaksikan jutaan rakyat, sebuah parade bertemakan firaun dilaksanakan di Kairo, Mesir pekan lalu.
Dikutip dari BBC, "Parade Emas Firaun", yang menghabiskan jutaan dollar, digelar untuk memindahkan belasan mumi dari Museum Mesir menuju Museum Nasional Peradaban Mesir yang baru dibuka.
Iring-iringan sejauh lima kilometer, yang diikuti oleh kendaraan berhias dan ratusan penari itu mengangkut mumi para Firaun legendaris.
Seperti Firaun Ramses II, yang dikenang karena menandatangani perjanjian perdamaian pertama di dunia. Hatshepsut, sang Firaun perempuan Mesir Kuno, hingga Ramses IX yang berkuasa pada abad ke 12 SM.
Untuk menggelar parade, pemerintah Mesir telah melakukan persiapan besar. Seperti mengaspal ulang jalan menuju museum baru, hingga mencabut larangan berkumpul akibat Covid-19.
Kemegahan dan kemewahan dalam Parade Emas Firaun telah menimbulkan pertanyaan banyak orang.
Mengapa Mesir sangat bangga dengan leluhur Firaun mereka?
Masa lalu yang menakjubkan
Dibandingkan negara Arab lainnya, Mesir merupakan bangsa dengan segudang keunikan. Kekayaan peradaban kuno yang dimilikinya telah menarik perhatian dunia selama berabad-abad.
Ya, Mesir merupakan rumah bagi banyak peninggalan sejarah. Piramida, Sphinx, Hiroglif, hingga istana Firaun, semua itu masih lestari hingga kini.
Padahal, peninggalan-peninggalan tersebut telah ada sejak 3.000 - 5.000 tahun silam. Tidak hanya itu, beberapa arsitektur Mesir Kuno dibangun dengan struktur yang rumit, desain yang menakjubkan, serta megah.
Sphinx, misalnya. Situs megah yang terletak di Giza tersebut berbentuk makhluk mitologi manusia setengah singa, yang juga bernama Sphinx.
![]() |
| Situs bersejarah Sphinx di Giza, Mesir (Wikiwand) |
Selama bertahun-tahun, situs Sphinx telah membuat para arkeolog dan ahli sejarah bertanya-tanya.
Bagaimana orang-orang Mesir yang hidup 4.500 tahun silam mampu membangun sebuah patung besar, dengan ukiran wajah yang nyaris sempurna?
Teknik apa yang mereka gunakan saat itu?
Terlepas dari berbagai misteri, keberadaan peninggalan tersebut menunjukkan bahwa Mesir Kuno telah mengenal kemajuan teknologi pada zamannya.
Bahkan, peradaban Mesir Kuno dianggap sebagai yang termaju diantara peradaban kuno lainnya.
Beberapa dekade terakhir, Mesir harus merasakan gejolak dan ketidakstabilan di dalam negeri.
Mulai dari pembunuhan Presiden Anwar Sadat, pemerintahan diktator Hosni Mubarak selama 30 tahun, hingga konflik politik pasca gelombang demokrasi.
Kondisi yang tak menentu telah membuat Mesir menjadi negara yang cukup tertinggal.
Tak heran, masyarakat Mesir mulai merindukan kejayaan yang diraih nenek moyang mereka ribuan tahun silam.
![]() |
| Sebuah tugu yang didirikan untuk mengenang Firaun Ramses II di Lapangan Tahrir, Kairo, Mesir (Reuters) |
Selama bertahun-tahun, pemerintah Mesir telah mengeluarkan jutaan dollar untuk merawat serta menjaga kelestarian Piramida, mumi Firaun, hingga peninggalan sejarah lainnya.
Sejumlah museum dan monumen didirikan untuk mengenang para Firaun yang telah tiada.
Salah satunya adalah tugu Ramses II di Kairo, yang dibangun untuk mengenang Firaun Ramses II dan kekuasaannya yang menakjubkan.
Kebanggan terhadap Firaun juga tampak dari tim nasional sepak bola Mesir, yang terkenal dengan julukan Firaun.
Ketika timnas mereka bertanding, para suporter tak henti-hentinya mengelu-elukan kata "Firaun" untuk memberikan semangat.
Meski belum mampu mengulangi kejayaan nenek moyang mereka, setidaknya masyarakat Mesir telah berusaha menjaga warisan agung itu dengan penuh percaya diri dan rasa bangga.



Social Plugin